Pandemi Covid-19 di Indonesia menimbulkan
dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian keluarga. “Dalam
kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Kemen PPPA sesuai dengan tugasnya
memastikan anak-anak harus terpenuhi haknya,” tutur Deputi Bidang
Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar kemarin.
Untuk itu, Kemen PPPA menyampaikan paket
pemenuhan kebutuhan spesifik anak khususnya Anak yang Memerlukan
Perlindungan Khusus (AMPK) dari 2 keluarga di wilayah Bogor dan Depok.
Nahar menuturkan penyaluran paket
pemenuhan kebutuhan spesifik ini diberikan karena anak termasuk dalam
kelompok rentan terdampak Covid-19 dan terlaporkan membutuhkan bantuan
segera. “Kami mewakili Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak datang kesini untuk menyampaikan langsung bantuan
untuk anak-anak. Dalam kondisi pandemi, pemenuhan kebutuhan anak harus
dipastikan agar daya tahan tubuh tetap dalam kondisi baik dengan menjaga
pola hidup bersih dan sehat,” tutur Nahar.
Kesempatan penyaluran paket pemenuhan
kebutuhan spesifik anak secara langsung ini juga dimanfaatkan untuk
melihat kondisi masyarakat selama masa pandemi, khususnya kondisi
kesehatan serta kondisi sosial dan ketahanan ekonominya. Selain itu,
kesempatan ini juga untuk memastikan pemenuhan hak anak untuk tetap
sekolah tetap terpenuhi.
“Kami menitipkan kepada orang tua untuk
memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah, tidak bekerja dulu dan tetap
menjaga kesehatan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban
ibu bapak dan membantu memenuhi kebutuhan anak. Jika ada kendala dalam
memenuhi kebutuhan anak, bapak ibu atau anak-anak bisa melaporkan hal
tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di
wilayahnya,” tambah Nahar.
Sementara itu, untuk penyerahan paket
pemenuhan kebutuhan spesifik anak di Kabupaten Bogor diwakilkan oleh
Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi,
Valentina Gintings. Kemen PPPA telah memastikan bahwa keluarga yang
menerima paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak, sebelumnya sudah
mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah daerah setempat.
Valentina
mengatakan kehadiran kami disini untuk memastikan kondisi anak dalam
keadaan sehat dan terpenuhi haknya. “Kami titip anak-anak supaya bisa
dipastikan hak pendidikannya. Kami harapkan Pemerintah Daerah memastikan
anak-anak yang sempat putus sekolah bisa kembali bersekolah. Jika ada
kesulitan, Ibu dan keluarga tidak perlu panik, Pemerintah pasti akan
membantu,” tambah Valentina. (SP)







0 Komentar