Sebagaimana dikutip dari LAPAN,
Rabu (2/9), fenomena antariksa ini masih bagian pertama, dan masih ada
kelanjutannya di beberapa waktu ke depan.
Adapun fenomena antariksa yang menarik berdasarkan urutan tanggalnya adalah:
1. Rabu 2 September – Fase Bulan Purnama
Puncak bulan purnama kali ini akan terjadi pada pukul
12.21.58 WIB dengan jarak geosentris 399200 kilometer dan diameter sudur 29,5
menit busur. Pengamat di Indonesia bagian barat bisa menikmati bulan purnama
selama dua hari berturut-turut yakni pada malam hari tanggal 1 dan 2 September
karena puncak bulan purnama berdekatan dengan tengah hari.
Bulan purnama dapat diamati pada arah Timur-Menenggara
hingga Barat-Barat Daya dan terletak pada konstelasi Akuarius. Purnama ini
dapat disebut juga sebagai Bulan Jagung Penuh (Full Corn Moon) dan Bulan Jelai
Penuh (Full Barley Moon) karena ketika itu tanaman jagung dan jelai sedang
dipanen.
2. Sabtu–Minggu 5–6 September – Konjungsi Bulan-Mars
Puncak konjungsi Bulan-Mars di Indonesia terjadi pada
tanggal 6 September 2020 dengan waktu puncak bervariasi antara pukul 13.42.57
WIT (Jayapura) hingga 11.43.04 WIB (Sabang). Bahkan Mars mengalami okultasi
dengan Bulan yakni ketika Mars melintas di belakang Bulan. Akan tetapi Bulan
dan Mars berada di bawah ufuk.
Sudut elongasi antara Bulan dan Mars pada 5 September
malam hari bervariasi antara 7,23 hingga 3,06 derajat. Sementara pada 6
September sudut elongasi juga bervariasi antara 4,66 hingga 8,71 derajat. Bulan
dan Mars terletak di konstelasi Pisces dekat Manzilah Alrescha.
3. Minggu 6 September – Okultasi Mars oleh Bulan
Okultasi Mars oleh Bulan adalah fenomena astronomis
ketika Mars melintas di belakang Bulan sehingga tampak tertutupi oleh Bulan.
Hal ini dapat terjadi karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibandingkan dengan
jarak Bulan ke Bumi.
Secara global, okultasi Mars dan Bulan terjadi pada 6 September
2020 mulai pukul 02.25 Universal Time atau 09.25 WIB hingga 07.03 Universal
Time atau pukul 14.03 WIB.
4. Minggu, 6 September – Apogee Bulan
Bulan akan berada pada titik terjauh Bumi atau apogee
pada pukul 13.21.34 WIB dengan jarak geosentris 405.579 km, iluminasi 85,44
persen (fase benjol akhir) dan lebar sudut 25,2 menit busur.
Bulan terletak di konstelasi Pisces ketika apogee akan
tetap baru dapat disaksikan mulai pukul 21.00 WIB di arah Timur dan terbenam
keesokan harinya pada pukul 09.00 WIB.
5. Kamis, 10 September – Fase Perbani Akhir
Puncak fase perbani akhir akan terjadi pada 10 Setember
2020 pukul 15.25.40 WIB. Bulan berjarak 396.196 km dari Bumi (geosentris) dan
terletak konstelasi Taurus dekat Manzilah Aldebaran.
Bulan akan terbit sekitar tengah malam dari arah
Timur-Timur Laut, kemudian berkulminasi di arah Utara menjelang terbit Matahari
dan terbenam dari arah Barat-Barat Laut menjelang tengah hari.
6. Kamis, 10 September – Retrograde Mars
Retrograde Mars merupakan gerak semu planet yang tampak
berlawanan arah (dari Timur ke Barat) dibandingkan dengan gerak normalnya (dari
Barat ke Timur) bila diamati dari Bumi. Retrograde Mars dimulai pada 10
September pukul 05.23 WIB dan berakhir pada 14 November 2020 pukul 07.36 WIB,
sehingga retrograde Mars berlangsung selama 65 hari.
7. Sabtu, 12 September – Deklinasi Maksimum Utara Bulan
Bulan akan berada pada deklinasi maksimum Utara pada
pukul 12.25.04 WIB dengan jarak geosentris 386,421 km, iluminasi 31,88 persen,
dan lebar sudut 9,9 menit busur. Deklinasi maksimum Utara bermakna Bulan
terletak pada posisi paling utara dari ekuator langit (sebagaimana soltis Juni
pada Matahari).
Deklinasi Bulan ketika mencapai maksimum bervariasi
antara 18,3 hingga 28,6 derajat. Hal ini disebabkan orbit Bumi memiliki
kemiringan 5,15 derajat terhadap ekliptika dan sumbu rotasi Bumi yang memiliki
kemiringan 23,45 derajat.
8. Sabtu, 12 September – Oposisi Neptunus
Oposisi Neptunus terjadi pada 12 September 2020 pukul
03.10 WIB. Sebagaimana pada planet-planet lain di Tata Surya, oposisi Neptunus
adalah konfigurasi ketika Matahari, Bumi, dan Neptunus tampak segaris lurus,
dan Neptunus terletak pada posisi berlawanan arah terhadap Matahari.
Jarak Neptunus ketika oposisi kali ini sebesar 28,92 SA
atau 4,33 miliar km, sehingga akan tampak seperti cakram berwarna biru pucat
dengan sudut diameter 0,04 menit busur dan magnitudo tampak +7,8. Neptunus
dapat diamati dengan teleskop berdiameter kecil atau kurang dari 50 sentimeter.
9. Senin 14 September – Tripel Konjungsi
Bulan-Venus-Beehive
Fenomena ini dapat diamati sejak pukul 03.30 hingga 05.30
WIB dari arah Timur-Timur Laut. Gugus Beehive (sarang lebah) adalah gugus
bintang terbuka yang terletak di konstelasi Cancer. Gugus bintang ini terdiri
dari 50 sampai 100 bintang dan dikenal juga dengan nama Praesepe atau Manger.
Dalam sistem Manzilah Arab, Beehive disebut juga sebagai Manzilah An-Natsrah
yang berarti "hidung singa". Gugus Beehive memiliki magnitudo visual
+3 sehingga dapat terlihat dengan mata telanjang bila kondisi langit cerah dan
bebas polusi cahaya.
Sudut elongasi antara Bulan dan Venus bervariasi antara
6,8 hingga 6 derajat. Sedangkan sudut elongasi antara Gugus Beehive dengan
Venus bervariasi antara 2,3 hingga 2,4 derajat.
(sumber: techno.okezone.com/han-Foto: NASA)







0 Komentar